Paulo Sousa: Pengubah Wajah Fiorentina yang Sempat Dibenci


Chocobet - Fiorentina tidak perlu berpikir panjang untuk mengontrak Paulo Sousa. Usai membawa tiga klub berbeda --Videoton (Hongaria), Maccabi Tel Aviv (Israel), dan FC Basel (Swiss)-- menjadi juara liga, portofolionya menjadi amat menggiurkan buat La Viola.

Tiga gelar tersebut menutupi kepemimpinannya kala melatih QPR, Swansea City, dan Leicester City di Liga Primer Inggris. Tapi pengalaman-pengalaman ini pula yang membuat ia lebih dipilih menjadi pengganti Vincenzo Montella, pelatih Fiorentina sebelumnya, ketimbang kandidat lain seperti Giampiero Ventura (Torino) dan Roberto Donandoni (eks Parma).

Montella sendiri sebenarnya tak terlalu gagal selama menukangi Viola dalam tiga musim. Ia selalu membantu Gonzalo Rodriguez dkk. berada di papan atas Serie A. Walau tidak memucaki klasemen, mereka berhasil lolos ke Liga Europa. Bahkan mampu menjadi runner-up Copa Italia 2013/2014 dan mencapai semifinal Liga Europa 2014/2015. Hanya saja mantan pemain sekaligus caretaker AS Roma tersebut gagal membawa Fiorentina lolos ke Liga Champions.

Keputusan memecat Montella dan menggantinya dengan Sousa terbukti cukup berhasil. Luar biasanya, Fiorentina sempat menduduki peringkat pertama klasemen sementara Serie A 2015/2016 setelah berhasil mengalahkan Internazionale Milan dengan skor 4-1 pada pekan ke-6. Bertenggernya Viola di puncak klasemen sementara seolah mengingatkan kejayaan mereka pada Serie A 1998/1999 --di mana mereka sempat bertahan lama di puncak klasemen, sebelum digeser juara musim itu, AC Milan.

Memang setelahnya Fiorentina sempat babak belur dalam tiga pertandingan musim ini secara berturut-turut oleh Napoli, Lech Poznan dan AS Roma dengan masing-masing pertandingan berakhir 2-1. Kendati sempat menurun dalam memperoleh angka, namun Sousa tetap tenang dan mengimbau agar seluruh elemen tim untuk tidak panik.

"Khawatir? tidak. Saya melihat kualitas individu dan kolektif para pemain yang membuat saya percaya diri. Kami membutuhkan hasrat untuk terus memetik kemenangan. Saya yakin kami bisa tampil konsisten sampai akhir musim," tegas Sousa.

Ketenanganya itu pun berbuah kemenangan bagi Fiorentina ketika berhasil mengalahkan Hellas Verona dengan skor 2-0, menghajar Frosisone 4-1 serta Sampdoria 2-0 dan membalas dendam kepada Poznan dengan dua gol tanpa balas. Alhasil sekarang pun skuatnya kembali menempati puncak klasemen dengan 27 poin dari 12 laga.

Dari Dibenci Kemudian Dicintai

Ketika Sousa menginjakan kaki di Kota Florence, Italia, tidak ada sambutan hangat dari pendukung Fiorentina. Sungguh jauh dari kesan spesial bagi mantan pelatih berpredikat juara domestik dan mantan pemain tenar era 90-an tersebut. Tapi sikap seperti demikian nampak wajar bagi para suporter Viola mengingat Sousa merupakan bagian dari kejayaan Juventus sebagai pemain.

Sehingga sudah bukan alasan lagi bagi pendukung Fiorentina untuk membencinya. Spanduk dari Ultras 1926 dibentangkan di Curva Fiesole ketika pengenalan Sousa kepada media. Pada spanduk itu menyinggung masa lalunya ketika pernah berseragam Juventus, "Dia harus dibersihkan dari waktunya di Turin," tulisan isi spanduk tersebut.

Promo New Member 100% Deposit Sportsbook
Bonus Cashback 5% dan 10% Sportsbook
Bonus 0.7% Rollingan Casino
Mari bergabung bersama kami di www.dewa168.com
Untuk Informasi Selanjutnya silahkan menghubungi CS 24 jam kami
Yahoo Messenger : cs.dewa168@yahoo.com
Blackberry Messenger : 25CBBB46
Livechat : Tersedia di website kami di www.dewa168.com
Via Hp :wap.dewa168.com
Proses Depo/WD Cepat, Aman, dan Terpercaya !

0 comments: